What are you looking for in a guy to marry you ?
Financial liberty ? Love? Or just a nice simple life ?
Call me naive but in a marriage, I am just looking for a nice simple life, with a guy who can stand to look at me for 24hr a day, 7 days a week and 365 days in a year.
Who will sleep beside me, no matter how bad I would snore (lucky me, I don't (always) snore :p) . And on top of everything, who is responsible.
Love is one thing. It would be nice if I marry the guy I love. But if he will just hurt me and my child(s), I'd better go to my 2nd best. I am just looking for a guy who wants to try another chance if the love doesn't work out at the 1st try. Who never give up over the relationship easily. Who will never break his own words. And I would do the same.
He doesn't need to be rich, I just hope that he is working hard enough to go home everyday with enough food and necessity for the family. I will help him to earn money, he should not be worry. I just want him to be home everyday, after a hectic day at work. I just want him to rest at home, and let me see him, just to make sure that he is okay.
I hope the guy is handsome, but if he is not, it's okay. Handsome guy in his 20ies, will be old someday anyway.
I hope the guy is smart. But, I would choose the guy who wants to learn about what he does. Who will never stop learning about everything. Who will never think that he is smart enough.
I don't need a 'cool' guy. Who play guitar in a band. Most of them cheat anyway..
I just want him to be there when I am happy (the 1st person that I would share my happiness) and to take care of me when I am crying..
But the guy need to be able to teach me. No matter what.
Whatever kind of guy that would be.. I just want a simple happy life with him. To accompany me in my old days, and be my side when I am dying. And of course, I would give the same for him.
Why should we have a long checklist ?
Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts
Saturday, July 2, 2011
Tuesday, December 14, 2010
Biggest Fear in Life
Being nobody!
Have not done anything meaningful before death!
Nothing to be proud of yourself!
Being forgotten!
Being alone at the last day!
But I guess the most fear is when I don't have a chance to make things right, and when I realize everything is too late.
NEVER THINK THAT YOU ARE TOO YOUNG TO FIX YOUR LIFE.
Have not done anything meaningful before death!
Nothing to be proud of yourself!
Being forgotten!
Being alone at the last day!
But I guess the most fear is when I don't have a chance to make things right, and when I realize everything is too late.
NEVER THINK THAT YOU ARE TOO YOUNG TO FIX YOUR LIFE.
Location:Orchard Rd,,Singapore
Saturday, October 16, 2010
Menikah dan Investasi

Beberapa minggu ini, pertama kalinya gw mikirin serius tentang 'nikah'.
Alasannya tidak lain karena si ibu bring up this matter to me so sudden. Well, yeah.. here it comes the real conversation.
Walaupun akhirnya diputuskan untuk tidak sekarang, tapi mikirinnya lumayan juga lho. Lumayan dalem, sampe gw mikir, why people get marry ? Kalo sekedar punya keturunan, bukannya teknologi sudah ada yang namanya bayi tabung? Tidak harus menikah kita juga masih bisa punya anak. Kalo sekedar untuk seks, wah dangkal sekali, silahkan pergi saja ke geylang, $80 juga cukup.
Menurut gw, investasi adalah salah satu alasan besar untuk menikah.
Pada dasaranya investasi itu; kehilangan modal untuk mendapatkan return dengan berbagai kemungkinan untuk kehilangan modal itu sendiri (risk), the bigger risk the bigger return you would get.
Sama dengan halnya memilih jalur investasi, kita gak bisa terlalu cepat memilih calon pendamping, a.k.a: pacaran/perkenalan dulu.
Sama kayak kalo kita milih investasi beli tanah misalnya, pastinya kita cari tau donk, tanahnya bagus buat perkebunankah? Industrikah? Buka tokokah? Rumahkah? Kalaupun buat rumah, apakah buat rumah tempat tinggal? Atau villa? Atau hotel? .. Setelah itu gak lupa kita pelajari diri kita, apa yang kita butuhkan dari tanah ini ? Kalo memang untuk buka usaha? Apa kita ada modal untuk buka usaha? baik materi dan ilmu bidangnya itu sendiri? Atau sebaiknya kita cari tanah untuk perkebunan? Karena sebenernya kita tau betul tentang tanam-menanam.. dannn seterusnyaaa..
Saat pacaran, kita pelajari pasangan dan diri kita sendiri. Apakah sesuai dengan kebutuhan kita dengan apa yang dia punya, begitu jga sebaliknya.
Belum selesai sampai situ, pasangan yang bagus == keturunan yang bagus pula.
Keturunan itu investasi. Masih banyak keluarga yang gak mau mengakui secara blak-blakan, walaupun pada dasarnya masing-masing orang tua dan anak menjalani proses invest-and-taking-the-return secara turun menurun, karena pada dasarnya si anak itu akan menjadi orang tua juga nantinya. Orang tua menghabiskan modal baik potensi dalam diri/gen sampai bertumpuk-tumpuk uang, tidak lain tidak bukan supaya keturunannya tumbuh jadi orang sukses dan bisa mengurus orang tuanya disaat orang tuanya tua nanti. Anak yang baik biasanya dilahirkan dari orang tua yang baik. Jadi kalo sekarang kita pacaran sama anak band yang keren (untuk sekarang) tapi bandel dan otaknya dudul, kira-kira gitu juga anak kita nanti. Meluruskan rambut yang bergelombang jauh lebih gampang daripada yang keriting gimbal. Bukan tidak mungkin gen anak berandal kita ubah jadi anak baik dan penurut, tapi modalnya juga besar. Intinya pilihlah laki-laki yang modal awalnya paling tinggi yang bisa kita dapatkan, supaya modal di masa yang akan datang tidak terlalu terkuras. Tapi sayangnya modal yang besar dari di awal, kalo rugi keluarnya jadi besar juga. Ingat, risk dan return kan itungannya pake persen.
Laki laki bermodal tinggi, big amount of return == keturunan bagus dan kehidupan yang mencukupi di masa yang akan datang, big amount of risk == it is easier for them to leave you with the money and figure they had, you need to take more cost to maintain him nicely, so that he wouldn't leave you.
Setelah menikah, kemungkinan untuk punya rumah sendiri lebih besar. Paling tidak untuk yang suami istri bekerja. Pemasukan dari 2 arah memperbesar modal untuk beli rumah, beli mobil atau pembelian2 lainnya yang termasuk big tickets. Jadi kalo mimpi punya rumah sendiri di umur muda, menikahlah! :p
Tapi sebenernya investasi yang paling besar adalah 'teman hidup'.
Teman yang sekarang kita bilang teman, suatu saat akan hilang. Entah itu pindah ke luar kota/negeri, atau sekedar sibuk sama urusan masing-masing. Tapi kebutuhan akan 'teman' tidak akan pernah hilang dari hidup kita. Semua orang butuh teman, sangat butuh teman, sampai-sampai ada orang yang berani membayar untuk ada seorang 'teman', dan hadirlah bisnis 'escort'. Semua orang takut sendiri, terlebih kalo harus mati sendiri. Paling tidak pasangan dan keturunan yang kita dapat dari menikah bisa menemani kita saat mati nanti.
Menikah sebuah proses investasi terbesar dari hidup manusia.
Modalnya cukup besar, dari makan hati, berjuta-juta dolar yang terbuang dari untuk pacaran, hadiah, acar pernikahan, rumah, pendidikan anak, sampai dengan komitmen untuk sehidup semati yang gak gampang untuk diucapkan dan dilakukan.
Risk-nya besar, begitunya juga dengan return-nya.
Gak ada yang pasti, kita bakal untung atau buntung. Tapi pemilihan modal awal yang apik, dan diurus dengan sepenuh hati juga bisa mengurangi kerugian yang mematikan.
Sama kayak buka usaha dagang, tiang tutup buku perlu liat angka plus alias profit, kalo berkali2 liat angka merah alias loss, pernikahan itu sendiri cuma bisa bertahan sampai economic profit-nya 0.
Belajar sana sini dulu dehh..
Met ngopi ;)
Saturday, August 28, 2010
Such a big jump in 2 years, 19 y/o - 21 y/o
Umur 19 tahun :
Uang $1000 banyak banget, bisa foya2 semaleman.. senang2 di clarke quay semalam suntuk..
Umur 21 tahun :
$1000? Sehari juga abis, buat bayar rumah, listrik dan kebutuhan sehari2... Kalo bisa dapet $1000 dari langit ditabung, Uang $1000 mana cukup buat beli rumah, bayar s2, atau sekedar biaya nikah..
------
Umur 19 Tahun:
"Kan orang tua emang tugasin bayarin kita idup, ya biaya sekolah, makan, pakaian dan lain sebagainya.."
Umur 21 tahun:
"Udah beliin apa gw buat orang tua?", Si ibu lagi pengen ipod touch, ngumpulin duit dulu, si ayah lagi pengen alat pancing, dicariin dulu.. Gimana caranya mereka pensiun tapi gak kerasa pensiun, gantian ngidupin, ngurusin dan lain sebagainya..
------
Umur 19 tahun: Anak band? Cool!! Socialita?? Asik juga!
Umur 21 tahun:
Pengusaha muda, Pekerja keras, Manager muda, Gila sekolah dan berprestasi di kantor juga, That is COOL!
------
Umur 19 tahun:
Sekolah mulu... bosan kali, enakan kerja dapet duit.. tinggal duduk2 doank di kantor..
Umur 21 tahun:
S1 buat kerja, jaman sekarang banyak, kerja keras dan cari ilmu2 dimana kalo emang bener ngejer karir.. Kerja doank mah.. hidup bakal jadi bosen banget..
------
Umur 19 tahun:
Nikah masih lama kali, kayak bertahun2 yang akan datang.. Nyante aja..
Umur 21 tahun:
1 tahun kerja aja kayak sekedip mata, kalo memang pengen punya anak di umur 25 tahun, artinya menikah umur 24 tahun.. hanya beberapa kali kedip mata aja.. Begimana mo punya anak, kalo masih hidupnya kagak jelas kayak sekarang..
------
Umur 19 tahun:
Weekend: Keluar malam, senang2, makan2, minum2, nonton nonton, senang2lah..
Umur 21 tahun:
Weekend: Saatnya istirahat, belajar, nonton di kamar..
------
Umur 19 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah biaya short term goal : hp baru, baju baru, dll
Umur 21 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah long term goal: tabungan masa depan.
------
Umur 19 tahun:
Pacaran: Jalan2, nonton, malam mingguan, sms2an, telpon2an..
Umur 21 tahun:
Pacaran: Mempelajari satu sama lain, menjaga satu sama lain, menghargai satu sama lain, merancang masa depan
------
Dan lain lain..
People do change so fast...
Maybe just in another blink, I see myself having a baby and talking about stuffs that I cant even imagine..
Dear time, please be nice to me! I am learning to appreciate you more!

Uang $1000 banyak banget, bisa foya2 semaleman.. senang2 di clarke quay semalam suntuk..
Umur 21 tahun :
$1000? Sehari juga abis, buat bayar rumah, listrik dan kebutuhan sehari2... Kalo bisa dapet $1000 dari langit ditabung, Uang $1000 mana cukup buat beli rumah, bayar s2, atau sekedar biaya nikah..
------
Umur 19 Tahun:
"Kan orang tua emang tugasin bayarin kita idup, ya biaya sekolah, makan, pakaian dan lain sebagainya.."
Umur 21 tahun:
"Udah beliin apa gw buat orang tua?", Si ibu lagi pengen ipod touch, ngumpulin duit dulu, si ayah lagi pengen alat pancing, dicariin dulu.. Gimana caranya mereka pensiun tapi gak kerasa pensiun, gantian ngidupin, ngurusin dan lain sebagainya..
------
Umur 19 tahun: Anak band? Cool!! Socialita?? Asik juga!
Umur 21 tahun:
Pengusaha muda, Pekerja keras, Manager muda, Gila sekolah dan berprestasi di kantor juga, That is COOL!
------
Umur 19 tahun:
Sekolah mulu... bosan kali, enakan kerja dapet duit.. tinggal duduk2 doank di kantor..
Umur 21 tahun:
S1 buat kerja, jaman sekarang banyak, kerja keras dan cari ilmu2 dimana kalo emang bener ngejer karir.. Kerja doank mah.. hidup bakal jadi bosen banget..
------
Umur 19 tahun:
Nikah masih lama kali, kayak bertahun2 yang akan datang.. Nyante aja..
Umur 21 tahun:
1 tahun kerja aja kayak sekedip mata, kalo memang pengen punya anak di umur 25 tahun, artinya menikah umur 24 tahun.. hanya beberapa kali kedip mata aja.. Begimana mo punya anak, kalo masih hidupnya kagak jelas kayak sekarang..
------
Umur 19 tahun:
Weekend: Keluar malam, senang2, makan2, minum2, nonton nonton, senang2lah..
Umur 21 tahun:
Weekend: Saatnya istirahat, belajar, nonton di kamar..
------
Umur 19 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah biaya short term goal : hp baru, baju baru, dll
Umur 21 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah long term goal: tabungan masa depan.
------
Umur 19 tahun:
Pacaran: Jalan2, nonton, malam mingguan, sms2an, telpon2an..
Umur 21 tahun:
Pacaran: Mempelajari satu sama lain, menjaga satu sama lain, menghargai satu sama lain, merancang masa depan
------
Dan lain lain..
People do change so fast...
Maybe just in another blink, I see myself having a baby and talking about stuffs that I cant even imagine..
Dear time, please be nice to me! I am learning to appreciate you more!

Saturday, January 23, 2010
Man with his Pride and Woman with her STUPIDITY
Gw paling gak ngerti deh ama cowok, cewek juga.
Beberapa hari lalu, gw sempet denger ada temen gw yang terlibat perkelahian, gara-gara lawannya sebelumnya NGELIATIN dia.
Lalu another day, gw denger lagi temen gw yang lain, cewek, balikan lagi sama cowoknya yang udah ngeduain dia, di depan matanya, dengan temannya sendiri.
Selama ini, cowok selalu ngejelekin cewek, mereka bilang cewek itu bodoh, padahal cowok gak jauh beda. Pridenya membuat mereka melakukan hal2 kelewatan dengan alasan yang bodoh.
Misalnya, berkelahi karena diliatin. Membunuh karena gaji istrinya lebih besar, padahal hasil gaji itu dia makan juga.
Selama ini, cewek selalu bilang cowok itu suka lebay, disenggol dikit langsung marah. Padahal cewek itu juga suka lebay, suka kemakan cerita pikirannya sendiri, seolah intuisinya benar, bahwa laki2 bisa berubah. Padahal laki2 ya laki2, manusia juga.
Semoga cowok bisa berpikir lebih dingin dan emosinya gak meletup.
Dan cewek gak gampang banget diboongin ama laki2 (perempuan jga sih).
Supaya hidup ini lebih tenang..
You are not better than other gender.
Beberapa hari lalu, gw sempet denger ada temen gw yang terlibat perkelahian, gara-gara lawannya sebelumnya NGELIATIN dia.
Lalu another day, gw denger lagi temen gw yang lain, cewek, balikan lagi sama cowoknya yang udah ngeduain dia, di depan matanya, dengan temannya sendiri.
Selama ini, cowok selalu ngejelekin cewek, mereka bilang cewek itu bodoh, padahal cowok gak jauh beda. Pridenya membuat mereka melakukan hal2 kelewatan dengan alasan yang bodoh.
Misalnya, berkelahi karena diliatin. Membunuh karena gaji istrinya lebih besar, padahal hasil gaji itu dia makan juga.
Selama ini, cewek selalu bilang cowok itu suka lebay, disenggol dikit langsung marah. Padahal cewek itu juga suka lebay, suka kemakan cerita pikirannya sendiri, seolah intuisinya benar, bahwa laki2 bisa berubah. Padahal laki2 ya laki2, manusia juga.
Semoga cowok bisa berpikir lebih dingin dan emosinya gak meletup.
Dan cewek gak gampang banget diboongin ama laki2 (perempuan jga sih).
Supaya hidup ini lebih tenang..
You are not better than other gender.
Friday, January 8, 2010
We wont be the best of all !
Karena yg 'the best of all' cuma Allah.
Kadang kita suka lupa, akhirnya ngoyo, selalu pengen jadi nomor 1 di setiap kita lakukan..
Padahal gak mgkin.
Dont be down, when the fact said 'it aint yours', open ur eyes for the things you own instead, and be grateful.
- Posted using BlogPress from my iPhone
Kadang kita suka lupa, akhirnya ngoyo, selalu pengen jadi nomor 1 di setiap kita lakukan..
Padahal gak mgkin.
Dont be down, when the fact said 'it aint yours', open ur eyes for the things you own instead, and be grateful.
- Posted using BlogPress from my iPhone
Location:Canning Rise,,Singapore
Tuesday, January 20, 2009
Prostitute... What Shoud I ......??
Few Scratches before I get back to my FYP..
Prostitute, how should I react to them..
Fenomena jual beli tubuh sebenernya udah terjadi sejak lamaaaaa sekali, entah kapan mulainya, ada saja kemungkinan perdagangan tubuh ini sudah terjadi sebelum mata uang sebagai pengganti sistem barter ditemukan.

Pernah kemaren gw jalan2 sama temen, ke Geylang sana, ngeliatin cewek2 yang memilih untuk menjajakan tubuh.. (atau ga sengaja ya? ato terpaksa?), seriously gw amaze ama apa yang gw liat, selama ini yang gw tau, prostitute cantik2 itu cuma ada di pelem2. Cantik putih mulus seksi, gw pikir itu cuma karena dia artis aja, ato sekedar menambah nilai positif dari peran pelacurnya itu sendiri, jadi walaupun dia terkesan murah dan menjual diri sendiri hanya dengan 5-6 digit mata uang rupiah, atau sekedar 2-3 digit dolar, tapi paling tidak sebenernya dia cantik or whatever. Ahh.. nggak nggak, ternyata di dunia nyatapun cewek2 itu, yang menjajakan tubuhnya itu, cantik2 dan mulus2, gw yang cewek juga seneng ngeliatnya hehehe.. :p
Tidak hanya gw yang amaze sama kelebihan dari Allah yang mereka punya, tapi temen2 gw cewek lain juga, lahh kalo cowok mah kagak usah ditanya lagi lahyaa.. :p . Beberapa teman cewek ada yang ketakutan berada di lokalisasi itu, ada yang miris, ada yang seneng2 aja kayak gw. But still, ada satu pertanyaan temen gw yang sampai sekrang STUCK di kepala gw :
Jawaban gw saat itu :
Tapiii.... gw sendiri pun ragu dengan jawaban gw sendiri...
Beberapa waktu lalu, gw juga baca sebuah artikel tentang Korean prostitute yang diperuntukkan American Troops, di Korea *humm.. sejarah gw jelek, emang Amrik pernah perang2 di Korea ya? anywaayy..*. Disitu gw baca, mereka dijadikan seperti komoditi. Jadi kayak barang, yang penting yang makenya seneng dan selamat, kalo barangnya rusak gak dipake, dibenerin dulu di bengkel baru deh dipake lagi. Eitss.. gw gak berlebihan, analogi barang itu bener2 yang terjadi buat mereka. Disaat mereka sakit, mereka bakal di-forced to get well soon, bakal di tempatkan barak tertentu sampai sembuh, diharapkan cepat, biar bisa dipake lagi. Kalo gak sembuh2, pokoknya harus sembuh, harus bersih, biar bisa dipake, namanya juga MAKSA. Perasaan di pelacur gak digubris lagi, tidurin sampai puas aja, ganti sini ganti sana. Errrghh.. kali ini gw miris baca artikel prostitute ini. Satu kutipan dari artikel yang gw masih inget : "Di saat perang itu, saya rasa kami adalah korban yang paling dirugikan, dibanding yang lain."
Artikel lain tentang jual beli tubuh dari Nytimes. Asia dengan prostitutenya dijadikan sebagai komoditi pariwisata, mungkin udah sering denger, baik secara legal ataupun tidak. *Mau di larang gimana juga, prostitute bakal selalu ada!* . Ternyata di KENYA, kejadiannya tidak terlalu jauh berbeda, parahnya di artikel itu diceritakan tentang CHILD SEX. Having sex with a child?? Ohh C'mon guys, What are you thinking??!!! Prostitutenya gak main2, para pekerjanya berumur sekitar 10 thun. Arghhh.... What can they feel about sex? Berhubungan sex sebelum umur 20 tahun aja, bisa menambah kemungkinan si cewek dapet kanker rahim, apa lagi 10 tahun?? Bisa robek rahim mereka!!!! Anak 10 tahun, bisa apa saat mereka di tidurin, 10 tahun? I bet they haven't ever watched porn, how could they know what they're doing. Arghh.. tapi masih ada saja yang mau beli. Otaknya bukan di dengkul lagi ya? di jempol kaki kali ya...!!!!
Nah kali ini, setelah gw baca artikel terakhir, reaksi gw MARAH.
Banyak banget reaksi tentang masalah ini, prostitute, bahkan dari satu otak pun.
Kalimat seperti : " But.. Still... They are prostitute!" Rasanya agak2 janggal di otak dan hati gw.
Kalo kita pake kalimat itu sebagai jawaban, prostitutenya bisa jawab balik donk : "But still... we are human being!!". huhuhu.. gak kelar2lah..
Mungkin kita memang harus melihat dari berbagai sisi bagaimana dia bisa sampai menjual diri.
Gak bisa dipungkiri, sebenernya ada kenikmatan tersendiri untuk melakukan hubungan sex, disaat seseorang bisa melakukan hubungan itu kapan saja dan dapat uang, sah2 saja kalo mereka memilih pelacur sebagai pekerjaan, baik full-time atau half-time. Untuk hal ini, gw memilih untuk melihat mereka dan pekerjaannya yang maaf ya, entah kalian simpan dimana norma2 itu? Well, itu kalo gw berdiri di kaki gw, tapi disaat gw berdiri di kaki mereka? Sama aja kayak seorang pembalap, yang hobinya ngebalap, mereka seneng waktu bisa balap2an, akhirnya menjadikan membalap itu sebagai perkerjaan. Mereka senang dan nikmat saat membalap, dapet duit lagi. Sama kan?? Jadii.. mungkin gw ambil reaksi, cool with them, it's just the path that you choose. And for this kind of situation, gw rasa tidak ada yang perlu diselamatkan atau diingatkan. Biarkan saja. Menilai ? ya silahkan saja. Cuma kalo ternyata memilih pelacur sebagai pekerjaan, kalo gw saran sih, siap2 deh ama kerjaan lain, soalnya pekerjaan ini hanya bisa bertahaan sebentar, gak lama, paling sekitar 10 tahun aja, itu juga kalo pelacurnya bisa jaga badan biar tetep seksiong..
Tapi ada kasus yang terpaksa. Dimana mereka miskin, butuh uang sekedar untuk makan, atau sekolah, mau gak mau *sebenernya sih bisa untuk gak mau yaa.. * mereka harus menjual diri dan melacur. Bayangin orang yang baru aja tertimpa musibah, duitnya ludes, dan butuh makan, tapi ogah mulung di tempat pembuangan sampah, atau ngamen di pinggir jalan. Alhasil pilih kerjaan penghasil uang cepat, LACUR. Orang2 kalo tertimpa musibah, emang kadang2 kalo mikir suka pilih cepet aja. Tapi menurut gw jalan itu sama sekali gak heroik, melacur untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengorbanannya terlalu besar, dan tidak heroik sama sekali. Gw yakin Allah gak pernah ngasih satu jalan aja buat suatu masalah. We can still choose another path.
Terpaksa, karena diculik dan segala macem. Kalo yang ini reaksi gw sedih. No more words. Ah.. If I can do something, I wanna do something, but what??!!
Pelacur itu gak selamamanya korban.
Pelacur juga gak selamanya harus dikasihani.
Pelacur gak harus juga didewakan.
Pelacur juga gak selamanya harus dipandang sinis.
Pelacur juga.. yahh masih manusia..
Masih banyak yang mungkin kita harus tau dibalik pelacur, sebelum bereaksi..
Ahh.. sebenernya kata pelacur pun berkonotasi negatif..
Prostitute, how should I react to them..
Fenomena jual beli tubuh sebenernya udah terjadi sejak lamaaaaa sekali, entah kapan mulainya, ada saja kemungkinan perdagangan tubuh ini sudah terjadi sebelum mata uang sebagai pengganti sistem barter ditemukan.
Pernah kemaren gw jalan2 sama temen, ke Geylang sana, ngeliatin cewek2 yang memilih untuk menjajakan tubuh.. (atau ga sengaja ya? ato terpaksa?), seriously gw amaze ama apa yang gw liat, selama ini yang gw tau, prostitute cantik2 itu cuma ada di pelem2. Cantik putih mulus seksi, gw pikir itu cuma karena dia artis aja, ato sekedar menambah nilai positif dari peran pelacurnya itu sendiri, jadi walaupun dia terkesan murah dan menjual diri sendiri hanya dengan 5-6 digit mata uang rupiah, atau sekedar 2-3 digit dolar, tapi paling tidak sebenernya dia cantik or whatever. Ahh.. nggak nggak, ternyata di dunia nyatapun cewek2 itu, yang menjajakan tubuhnya itu, cantik2 dan mulus2, gw yang cewek juga seneng ngeliatnya hehehe.. :p
Tidak hanya gw yang amaze sama kelebihan dari Allah yang mereka punya, tapi temen2 gw cewek lain juga, lahh kalo cowok mah kagak usah ditanya lagi lahyaa.. :p . Beberapa teman cewek ada yang ketakutan berada di lokalisasi itu, ada yang miris, ada yang seneng2 aja kayak gw. But still, ada satu pertanyaan temen gw yang sampai sekrang STUCK di kepala gw :
"Kalo ngeliat mereka, lo kasian ato gimana?"
Jawaban gw saat itu :
"Nggak, menurut gw itu mereka yang mau, gw rasa sesulit apa pun keadaan yang Allah kasih, kita masih bisa pilih pekerjaan lain, mungkin duitnya gak segede kalo ngelacur, tapi kan masih bisa... "
Tapiii.... gw sendiri pun ragu dengan jawaban gw sendiri...
Beberapa waktu lalu, gw juga baca sebuah artikel tentang Korean prostitute yang diperuntukkan American Troops, di Korea *humm.. sejarah gw jelek, emang Amrik pernah perang2 di Korea ya? anywaayy..*. Disitu gw baca, mereka dijadikan seperti komoditi. Jadi kayak barang, yang penting yang makenya seneng dan selamat, kalo barangnya rusak gak dipake, dibenerin dulu di bengkel baru deh dipake lagi. Eitss.. gw gak berlebihan, analogi barang itu bener2 yang terjadi buat mereka. Disaat mereka sakit, mereka bakal di-forced to get well soon, bakal di tempatkan barak tertentu sampai sembuh, diharapkan cepat, biar bisa dipake lagi. Kalo gak sembuh2, pokoknya harus sembuh, harus bersih, biar bisa dipake, namanya juga MAKSA. Perasaan di pelacur gak digubris lagi, tidurin sampai puas aja, ganti sini ganti sana. Errrghh.. kali ini gw miris baca artikel prostitute ini. Satu kutipan dari artikel yang gw masih inget : "Di saat perang itu, saya rasa kami adalah korban yang paling dirugikan, dibanding yang lain."
Artikel lain tentang jual beli tubuh dari Nytimes. Asia dengan prostitutenya dijadikan sebagai komoditi pariwisata, mungkin udah sering denger, baik secara legal ataupun tidak. *Mau di larang gimana juga, prostitute bakal selalu ada!* . Ternyata di KENYA, kejadiannya tidak terlalu jauh berbeda, parahnya di artikel itu diceritakan tentang CHILD SEX. Having sex with a child?? Ohh C'mon guys, What are you thinking??!!! Prostitutenya gak main2, para pekerjanya berumur sekitar 10 thun. Arghhh.... What can they feel about sex? Berhubungan sex sebelum umur 20 tahun aja, bisa menambah kemungkinan si cewek dapet kanker rahim, apa lagi 10 tahun?? Bisa robek rahim mereka!!!! Anak 10 tahun, bisa apa saat mereka di tidurin, 10 tahun? I bet they haven't ever watched porn, how could they know what they're doing. Arghh.. tapi masih ada saja yang mau beli. Otaknya bukan di dengkul lagi ya? di jempol kaki kali ya...!!!!
Nah kali ini, setelah gw baca artikel terakhir, reaksi gw MARAH.
Banyak banget reaksi tentang masalah ini, prostitute, bahkan dari satu otak pun.
Kalimat seperti : " But.. Still... They are prostitute!" Rasanya agak2 janggal di otak dan hati gw.
Kalo kita pake kalimat itu sebagai jawaban, prostitutenya bisa jawab balik donk : "But still... we are human being!!". huhuhu.. gak kelar2lah..
Mungkin kita memang harus melihat dari berbagai sisi bagaimana dia bisa sampai menjual diri.
Gak bisa dipungkiri, sebenernya ada kenikmatan tersendiri untuk melakukan hubungan sex, disaat seseorang bisa melakukan hubungan itu kapan saja dan dapat uang, sah2 saja kalo mereka memilih pelacur sebagai pekerjaan, baik full-time atau half-time. Untuk hal ini, gw memilih untuk melihat mereka dan pekerjaannya yang maaf ya, entah kalian simpan dimana norma2 itu? Well, itu kalo gw berdiri di kaki gw, tapi disaat gw berdiri di kaki mereka? Sama aja kayak seorang pembalap, yang hobinya ngebalap, mereka seneng waktu bisa balap2an, akhirnya menjadikan membalap itu sebagai perkerjaan. Mereka senang dan nikmat saat membalap, dapet duit lagi. Sama kan?? Jadii.. mungkin gw ambil reaksi, cool with them, it's just the path that you choose. And for this kind of situation, gw rasa tidak ada yang perlu diselamatkan atau diingatkan. Biarkan saja. Menilai ? ya silahkan saja. Cuma kalo ternyata memilih pelacur sebagai pekerjaan, kalo gw saran sih, siap2 deh ama kerjaan lain, soalnya pekerjaan ini hanya bisa bertahaan sebentar, gak lama, paling sekitar 10 tahun aja, itu juga kalo pelacurnya bisa jaga badan biar tetep seksiong..
Tapi ada kasus yang terpaksa. Dimana mereka miskin, butuh uang sekedar untuk makan, atau sekolah, mau gak mau *sebenernya sih bisa untuk gak mau yaa.. * mereka harus menjual diri dan melacur. Bayangin orang yang baru aja tertimpa musibah, duitnya ludes, dan butuh makan, tapi ogah mulung di tempat pembuangan sampah, atau ngamen di pinggir jalan. Alhasil pilih kerjaan penghasil uang cepat, LACUR. Orang2 kalo tertimpa musibah, emang kadang2 kalo mikir suka pilih cepet aja. Tapi menurut gw jalan itu sama sekali gak heroik, melacur untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengorbanannya terlalu besar, dan tidak heroik sama sekali. Gw yakin Allah gak pernah ngasih satu jalan aja buat suatu masalah. We can still choose another path.
Terpaksa, karena diculik dan segala macem. Kalo yang ini reaksi gw sedih. No more words. Ah.. If I can do something, I wanna do something, but what??!!
Pelacur itu gak selamamanya korban.
Pelacur juga gak selamanya harus dikasihani.
Pelacur gak harus juga didewakan.
Pelacur juga gak selamanya harus dipandang sinis.
Pelacur juga.. yahh masih manusia..
Masih banyak yang mungkin kita harus tau dibalik pelacur, sebelum bereaksi..
Ahh.. sebenernya kata pelacur pun berkonotasi negatif..
Monday, December 29, 2008
Cewek == Basically High Spender? Cowok juga kok!!
Desember.. !!!
Libur... !!
Artinya belanja.. !!!
=)
Libur... !!
Artinya belanja.. !!!
=)
Ntah dapet darimana, tapi kebanyakan cewek emang hobi banget belanja. Kalo menurut gw sih, intinya karena barangnya cewek macem2, dan barang cewek itu from head to toe. Dari rambut ada yang namanya aksesoris, turun kebawah ada yang namanya kalung, dibawah lagi ada macem2 bisa dalam bentuk dress, dalam bentuk kaos *kaosnya bsa yang panjang, pendek, sedeng* , bisa dalem bentuk rompi, dalam bentuk celana atau rook, kebawah lagi ada yang namanya stocking atau legging dengan bentuk dan warna yang bermacam2, kebawah lagi ada yang namanya sendal untuk ke pasar, sendal untuk ke mall, sendal buat kuliah, sepatu sendal, ada yang datar ada yang ada yang pake heels, buat ke kantor, buat ke pesta, modelnya beda2, dan gak bisa saling pake. Jadi belanja buat cewek jelas menyenangkan dibandingkan buat laki2. Jelas satu alasan kenapa lebih banyak cewek yang hobi belanja di banding laki2.
Coba deh belanja buat laki2, baju dalam bentuk kaos ato shirt, paling2 dalam bentuk jacket. Celana cuma beda panjang atau pendek, kalo sepatu paling2 sepatu olahraga atau formal, mungkin ada waktu2 yang butuh sepatu semi formal, tapi gak butuh2 banget. Aksesoris, paling2 kacamata hitam, ikat pinggang, dan itu juga gak perlu banyak2 banget macemnya.
*ini sih buat laki2 kebanyakan ya, kalo bicara soal laki2 metroseksual pastinya bakal beda lagi.*
Kalo mo mencoba list barang2 yang dibeli cewek :
1. Aksesoris
Gw termasuk yang suka beli Aksesoris. Tapi gak pernah mo keluar duit terlalu banyak untuk aksesoris. Yang gw keluarin paling buat beli ANTING =D . Hobi banget kalo itu mah. Tapi anting tidak termasuk barang yang menurut gw harus mahal, karena kalo gw perhatikan, anting yang harganya mahal dan murah cukup sulit dibedakan. Jadi gw lebih memilih anting yang harganya tengah2, alias jangan terlalu mahal dan jangan terlalu murah. Kalo terlalu murah yang plastik2 gitu, kadang cepet rusak, padahal gw kan jarang pake anting, paling2 kalo mo pergi ke luar dan gak mungkin anting yang itu2 aja. Jadi sayang banget kan kalo cuma sekali pake trus rusak. Jangan terlalu mahal? Karena soalnya kalo bukan perhiasan beneran *as in emas* tapi harganya mirip2 ama emas, ngapain gw beli? mendingan sekalian gw beli emas sekalian buat investasi.
Biasanya gw keluar $5-$10 *budget anak kuliahan*. Tapi gak jarang sih gw beli yang harganya $15 - $20 *apalagi kalo gw lagi bete* . Tapi kadang kalo lagi jalan suka aja nemu yang murah banget, tapi gak keliatan murah barangnya, $5 for 3. Yippieee.. !! =P
2. Tas
Ini barang yang menurut gw paling gede pengeluarannya. Menurut gw susah banget nyari tas yang bagus dan terlihat mahal, dengan harga yang murah. Jadi kalo belanja tas, kadang2 baru keliatan bagus setelah dipake ama orang, alias pas di display di toko keliatannya biasa aja. Gw bisa ngeluarin *duh klo tas mah gw nyogok nyokaplah yaa* 500rbu-1jutaan rupiah. Dalam rupiah? soalnya gw gak kuat beli tas sendiri. Mahal boookk!! Kalo dalam tas, istilah ada rupa ada harga bener2 kejadian dalam hal pembelian tas.
3. Baju
Nahh.. kalo baju range-nya bener-bener besar. Bisa dari $10-$70. So far baju yang paling mahal gw beli sendiri sih sekitar $150 deh, dan itu baju blazer beserta roknya, sisanya gw beli baju yang biasa2 aja. Biasanya gw spend baju rata2 sekitar $20-$50. Tergantung kebutuhan sih, dan sebisa mungkin beli baju yang murah2 aja. Walau sering ngiler kalo ngeliat baju mahal2 nan bagus. Cuma yang namanya cewek gak kuat sama yang namanya SALE, kalo ada baju yang harganya $100 dan akhirnya didiskon besar, biasanya gw hesitate untuk tidak beli hahaha.. Kalo masalah baju, gw sering inget kata2 ibu :
" Bukannya ibu gak mo beliin kamu baju yang mahal2, tapi kamunya ntar yang susah kalo kebiasaan pake baju2 mahal, padahal gimana kamu di masa depan, hidupnya enak apa nggak, gak ada yang tau. Jadi kamu harus siap2 juga kalo hidupnya biasa2 aja, yang gak kuat beli baju mahal2."
Well, jadi emang sesuai umur gw juga sih. Kalo umur kayak sekrang sih, beli baju yang murah aja2. Kalo mo Zara, Mango, ato setipenya tunggu diskon deh, 40% ato kalo bisa 70% baru deh beli. Kalo dah kerja, entry level yang belinya ga usah nunggu diskon, kalo udah agak tinggian levelnya, beli deh apa aja yang lo mau! Hihihi
4. Sepatu
Termasuk barang yang range-nya besar juga. Pernah gw beli sepatu murahhhhhh banget semurah $7, bagus dan gak keliatan banget kalo harganya murah. Tapi ya ada rupa ada harga, cuma bisa bertahan 2 minggu aja! Paling mahal pengeluaran buat sepatu yang sendiri gw keluar $50an. Kalo di beliin ya beda lagi, =) kalo ayah lagi baek, ditarik2 dikit bisa nyampe Rotelli ato Nine West :P . Tapi rata2 gw biasa beli sepatu $20-$50, dan sama seperti baju, bagi gw sepatu harus bertahap juga.
Cewek basically spender?
Gimana dengan cowok coba?
Biasanya barang2 yang di beli cowok itu gadget.
Handphone, Games, Komputer, dan barang2 elektronik lainnya. Harganya pastinya jutaan juga.
Tapi bukan itu aja.
Cowok, kalo udah hobi smua juga di beli, harga gak pernah jadi masalah? Kadang kita *cewek* suka berkerut dahi kalo ngeliat barang2 yang dibeli cowok. Gitar yang bisa gini bisa gitu, pernah dimaenin ama ini ama itu, ato gitar yang suaranya bening lebih bening dari cewek *padahal kalo gw denger suaranya sama2 aja*, Drum yang suaranya bagus banget kalo di gebuk, Cymbal yang limited edition, ato apalah yang aneh. Walaupun harganya puluhan juta, masih aja dibeli.
Bukan gitu aja, masih ada tipe cowok yang pecinta game. Xbox dibeli, Wii dibeli, PS3 dibeli, akhirnya punya 33nya. Dan harganya jangan ditanya, silahkan gugel sendiri, pastinya mahal. Kadang di rumah udah punya PS3, tapi tetep aja beli PSP, katanya sih buat maen di jalan. Game PS3 yang gw tau, harganya sekitar $50-$80. Tapi ada juga game2 yang harganya sampe ratusan dolar, dan biasanya cowok masih juga beli.
Gak usah jauh2, cowok ama cewek kan butuh komputer. Tapi pengeluaran buat komputer di cowok bisa banyak banget. Mereka pengen yang VGA cardnya bagus buat maen game, jadi tambahlan uang buat dapetin VGA card yang bagus. Trus kebanyakan cowok butuh banget yang namanya SPEAKER, dan pengennya yang bagus. Butuh ini butuh itu, gak ngerti lagi deh gw.
Bokap gw termasuk penggila mancing. Dia bisa beli majalah pancing yang import langsung dari luar negeri *alias mahal*. Dia bisa beli pancingan seharga jutaan rupiah buat mancing. Dia bisa bolak balik jakarta pake pesawat, sewa kapal demi mancing di pulau seribu. Dia bisa bela2in demi hobi yang dia tekunin. Walau bagi kita; "kok segitunya?!", bagi dia ini hobi. Much more expensive dari hobi common-nya cewek2 yang biasa disebut SHOPPING.
Agak susah barang2 yang dibeli sama cowok. Selaen karena gw sendiri bukan cowok, tapi gw ngeliat justru barang2 yang dibeli cowok jauh lebih mahal dari cewek, walaupun mungkin jumlahnya gak sebanyak yang cewek beli. Tapi in terms of dollars, cowok tetap aja lebih mahal.
Jadi kalo cowok2 mulai bilang ngurus cewek itu mahal. Sebenernya mengurus laki2 sama saja mahalnya. Apalagi jaman sekrang udah banyak cewek yang bisa nyari duit sendiri, kalo belanja ya pake duit sendiri. Jangan sewot donk kalo kita belanja2 pake duit sendiri, kan gak nodong ama cowok2. =P
~~Post iseng di kala liburan
Hari pertama liburan, di Senci dapet Diskonan Zara
Hari kedua liburan, di Grand Indo dapet Diskonan Forever 21
Hari keempat liburan, di BSM dapet Diskonan di Mango
Hari kelima liburan, di Pasar Baru : dapet buanyakk ada baju, ada kain :D
dan sekarang lagi liat2 online shopping..
Udah ah.. Liburan kok jadi belanjaa!! ><
Subscribe to:
Posts (Atom)