Tuesday, December 14, 2010

Biggest Fear in Life

Being nobody!

Have not done anything meaningful before death!

Nothing to be proud of yourself!

Being forgotten!

Being alone at the last day!

But I guess the most fear is when I don't have a chance to make things right, and when I realize everything is too late.

NEVER THINK THAT YOU ARE TOO YOUNG TO FIX YOUR LIFE.

Location:Orchard Rd,,Singapore

Monday, October 18, 2010

Soulmate dont need to talk, they know. Bullshit!

Who says soulmate dont need to talk?

Who says soulmate know everything what you feel without saying a thing?

Bullshit!

Of course we need to talk what we feel.

Moms do not know any if the child never tell, sometimes they look like know everything, in fact they've just done that and been there long long time ago.

Lover wouldn't know what you want if u never tell.. Without talking just fights u'll get..

Best friend wouldn't know if u're hurt if you never tell nor cry to her.

Talk to me, then I know. I am not a superwoman..


- Posted using BlogPress from my iPhone

Location:Maxwell Rd,,Singapore

Saturday, October 16, 2010

Menikah dan Investasi



Beberapa minggu ini, pertama kalinya gw mikirin serius tentang 'nikah'.

Alasannya tidak lain karena si ibu bring up this matter to me so sudden. Well, yeah.. here it comes the real conversation.

Walaupun akhirnya diputuskan untuk tidak sekarang, tapi mikirinnya lumayan juga lho. Lumayan dalem, sampe gw mikir, why people get marry ? Kalo sekedar punya keturunan, bukannya teknologi sudah ada yang namanya bayi tabung? Tidak harus menikah kita juga masih bisa punya anak. Kalo sekedar untuk seks, wah dangkal sekali, silahkan pergi saja ke geylang, $80 juga cukup.

Menurut gw, investasi adalah salah satu alasan besar untuk menikah.

Pada dasaranya investasi itu; kehilangan modal untuk mendapatkan return dengan berbagai kemungkinan untuk kehilangan modal itu sendiri (risk), the bigger risk the bigger return you would get.

Sama dengan halnya memilih jalur investasi, kita gak bisa terlalu cepat memilih calon pendamping, a.k.a: pacaran/perkenalan dulu.
Sama kayak kalo kita milih investasi beli tanah misalnya, pastinya kita cari tau donk, tanahnya bagus buat perkebunankah? Industrikah? Buka tokokah? Rumahkah? Kalaupun buat rumah, apakah buat rumah tempat tinggal? Atau villa? Atau hotel? .. Setelah itu gak lupa kita pelajari diri kita, apa yang kita butuhkan dari tanah ini ? Kalo memang untuk buka usaha? Apa kita ada modal untuk buka usaha? baik materi dan ilmu bidangnya itu sendiri? Atau sebaiknya kita cari tanah untuk perkebunan? Karena sebenernya kita tau betul tentang tanam-menanam.. dannn seterusnyaaa..

Saat pacaran, kita pelajari pasangan dan diri kita sendiri. Apakah sesuai dengan kebutuhan kita dengan apa yang dia punya, begitu jga sebaliknya.

Belum selesai sampai situ, pasangan yang bagus == keturunan yang bagus pula.
Keturunan itu investasi. Masih banyak keluarga yang gak mau mengakui secara blak-blakan, walaupun pada dasarnya masing-masing orang tua dan anak menjalani proses invest-and-taking-the-return secara turun menurun, karena pada dasarnya si anak itu akan menjadi orang tua juga nantinya. Orang tua menghabiskan modal baik potensi dalam diri/gen sampai bertumpuk-tumpuk uang, tidak lain tidak bukan supaya keturunannya tumbuh jadi orang sukses dan bisa mengurus orang tuanya disaat orang tuanya tua nanti. Anak yang baik biasanya dilahirkan dari orang tua yang baik. Jadi kalo sekarang kita pacaran sama anak band yang keren (untuk sekarang) tapi bandel dan otaknya dudul, kira-kira gitu juga anak kita nanti. Meluruskan rambut yang bergelombang jauh lebih gampang daripada yang keriting gimbal. Bukan tidak mungkin gen anak berandal kita ubah jadi anak baik dan penurut, tapi modalnya juga besar. Intinya pilihlah laki-laki yang modal awalnya paling tinggi yang bisa kita dapatkan, supaya modal di masa yang akan datang tidak terlalu terkuras. Tapi sayangnya modal yang besar dari di awal, kalo rugi keluarnya jadi besar juga. Ingat, risk dan return kan itungannya pake persen.

Laki laki bermodal tinggi, big amount of return == keturunan bagus dan kehidupan yang mencukupi di masa yang akan datang, big amount of risk == it is easier for them to leave you with the money and figure they had, you need to take more cost to maintain him nicely, so that he wouldn't leave you.

Setelah menikah, kemungkinan untuk punya rumah sendiri lebih besar. Paling tidak untuk yang suami istri bekerja. Pemasukan dari 2 arah memperbesar modal untuk beli rumah, beli mobil atau pembelian2 lainnya yang termasuk big tickets. Jadi kalo mimpi punya rumah sendiri di umur muda, menikahlah! :p

Tapi sebenernya investasi yang paling besar adalah 'teman hidup'.
Teman yang sekarang kita bilang teman, suatu saat akan hilang. Entah itu pindah ke luar kota/negeri, atau sekedar sibuk sama urusan masing-masing. Tapi kebutuhan akan 'teman' tidak akan pernah hilang dari hidup kita. Semua orang butuh teman, sangat butuh teman, sampai-sampai ada orang yang berani membayar untuk ada seorang 'teman', dan hadirlah bisnis 'escort'. Semua orang takut sendiri, terlebih kalo harus mati sendiri. Paling tidak pasangan dan keturunan yang kita dapat dari menikah bisa menemani kita saat mati nanti.

Menikah sebuah proses investasi terbesar dari hidup manusia.
Modalnya cukup besar, dari makan hati, berjuta-juta dolar yang terbuang dari untuk pacaran, hadiah, acar pernikahan, rumah, pendidikan anak, sampai dengan komitmen untuk sehidup semati yang gak gampang untuk diucapkan dan dilakukan.

Risk-nya besar, begitunya juga dengan return-nya.

Gak ada yang pasti, kita bakal untung atau buntung. Tapi pemilihan modal awal yang apik, dan diurus dengan sepenuh hati juga bisa mengurangi kerugian yang mematikan.

Sama kayak buka usaha dagang, tiang tutup buku perlu liat angka plus alias profit, kalo berkali2 liat angka merah alias loss, pernikahan itu sendiri cuma bisa bertahan sampai economic profit-nya 0.

Belajar sana sini dulu dehh..

Met ngopi ;)

Saturday, August 28, 2010

Such a big jump in 2 years, 19 y/o - 21 y/o

Umur 19 tahun :
Uang $1000 banyak banget, bisa foya2 semaleman.. senang2 di clarke quay semalam suntuk..

Umur 21 tahun :
$1000? Sehari juga abis, buat bayar rumah, listrik dan kebutuhan sehari2... Kalo bisa dapet $1000 dari langit ditabung, Uang $1000 mana cukup buat beli rumah, bayar s2, atau sekedar biaya nikah..
------
Umur 19 Tahun:
"Kan orang tua emang tugasin bayarin kita idup, ya biaya sekolah, makan, pakaian dan lain sebagainya.."

Umur 21 tahun:
"Udah beliin apa gw buat orang tua?", Si ibu lagi pengen ipod touch, ngumpulin duit dulu, si ayah lagi pengen alat pancing, dicariin dulu.. Gimana caranya mereka pensiun tapi gak kerasa pensiun, gantian ngidupin, ngurusin dan lain sebagainya..
------
Umur 19 tahun: Anak band? Cool!! Socialita?? Asik juga!

Umur 21 tahun:
Pengusaha muda, Pekerja keras, Manager muda, Gila sekolah dan berprestasi di kantor juga, That is COOL!
------
Umur 19 tahun:
Sekolah mulu... bosan kali, enakan kerja dapet duit.. tinggal duduk2 doank di kantor..

Umur 21 tahun:
S1 buat kerja, jaman sekarang banyak, kerja keras dan cari ilmu2 dimana kalo emang bener ngejer karir.. Kerja doank mah.. hidup bakal jadi bosen banget..
------
Umur 19 tahun:
Nikah masih lama kali, kayak bertahun2 yang akan datang.. Nyante aja..

Umur 21 tahun:
1 tahun kerja aja kayak sekedip mata, kalo memang pengen punya anak di umur 25 tahun, artinya menikah umur 24 tahun.. hanya beberapa kali kedip mata aja.. Begimana mo punya anak, kalo masih hidupnya kagak jelas kayak sekarang..
------
Umur 19 tahun:
Weekend: Keluar malam, senang2, makan2, minum2, nonton nonton, senang2lah..

Umur 21 tahun:
Weekend: Saatnya istirahat, belajar, nonton di kamar..
------
Umur 19 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah biaya short term goal : hp baru, baju baru, dll

Umur 21 tahun:
Setiap dolar tersisa adalah long term goal: tabungan masa depan.
------
Umur 19 tahun:
Pacaran: Jalan2, nonton, malam mingguan, sms2an, telpon2an..

Umur 21 tahun:
Pacaran: Mempelajari satu sama lain, menjaga satu sama lain, menghargai satu sama lain, merancang masa depan
------
Dan lain lain..


People do change so fast...
Maybe just in another blink, I see myself having a baby and talking about stuffs that I cant even imagine..
Dear time, please be nice to me! I am learning to appreciate you more!


Location:Jurong West Street 64,Singapore,Singapore

Friday, April 9, 2010

To be failed is human

You are great.
You are very great.
Dont waste the talent just because you lose the confidence.
Because to be failed is human.

One said, more you failed at the beginning more success u are.


-- Post From My iPhone

Location:Pan Island Expy,Jurong West,Singapore

Friday, January 29, 2010

When the love is fake

Mungkin gak sih?

Ada orang yang selalu bareng2.. Selalu bilang kata2 manis, selalu bilang sayang..
Tapi dia sendiri ragu sama apa yang diomongin..

Is the love is fake?

Can you enjoy the fake love?

They feel like the other love, but fake..



So is it love? or just a fake love?


How could I know?

Saturday, January 23, 2010

Man with his Pride and Woman with her STUPIDITY

Gw paling gak ngerti deh ama cowok, cewek juga.

Beberapa hari lalu, gw sempet denger ada temen gw yang terlibat perkelahian, gara-gara lawannya sebelumnya NGELIATIN dia.

Lalu another day, gw denger lagi temen gw yang lain, cewek, balikan lagi sama cowoknya yang udah ngeduain dia, di depan matanya, dengan temannya sendiri.

Selama ini, cowok selalu ngejelekin cewek, mereka bilang cewek itu bodoh, padahal cowok gak jauh beda. Pridenya membuat mereka melakukan hal2 kelewatan dengan alasan yang bodoh.
Misalnya, berkelahi karena diliatin. Membunuh karena gaji istrinya lebih besar, padahal hasil gaji itu dia makan juga.

Selama ini, cewek selalu bilang cowok itu suka lebay, disenggol dikit langsung marah. Padahal cewek itu juga suka lebay, suka kemakan cerita pikirannya sendiri, seolah intuisinya benar, bahwa laki2 bisa berubah. Padahal laki2 ya laki2, manusia juga.

Semoga cowok bisa berpikir lebih dingin dan emosinya gak meletup.
Dan cewek gak gampang banget diboongin ama laki2 (perempuan jga sih).

Supaya hidup ini lebih tenang..

You are not better than other gender.

Friday, January 8, 2010

We wont be the best of all !

Karena yg 'the best of all' cuma Allah.

Kadang kita suka lupa, akhirnya ngoyo, selalu pengen jadi nomor 1 di setiap kita lakukan..

Padahal gak mgkin.

Dont be down, when the fact said 'it aint yours', open ur eyes for the things you own instead, and be grateful.



- Posted using BlogPress from my iPhone

Location:Canning Rise,,Singapore

Wednesday, January 6, 2010

Credit card or Debit card

Guess the business of paperless transaction is going well!! http://s.nyt.com/u/AVz

When you start to work, one of thing that might be in your mind is : having credit card. Why? Humm not sure tho'

But as a woman, many cases that one getting trouble with it. Credit card allow you to have new prada bag, new LV coat,etc, all in discounted price!! But then, realize that she has more debt than income, she got into big trouble. Even though she got a cheaper price, but at the end, she need to pay to the interest rates of the debt or penalty fee. Bang!! And the money goes to the bank!! Yeah that is one way how they get money from us, other than charging the stores 1 cent of every dollar purchase.

With a lot restriction and troubles to have it, why people still want it? Prestigious card? Or lifestyle? For easy life? Or maybe all of them?

Why credit card?
Paperless transaction? Really? Are you really that green? The benefit of having it, hummm you can buy something while you dont have money and at discounted price.

Hari gini, org pada ngomingin punya credit card, secara udah mulai punya penghasilan, dn kebetulan penghasilannya mencukupi untuk punya credit card. Tapi kadang gw suka mikir, apa iya credit card banyak mudharat-nya dari pada benefitnya? Atau sebaliknya?

Ap credit card itu seperti jebakan yg lebih halus dri gamble? Pernah denger kan ada org yg bankrupt gara2 credit card? Sama halnya gamble, pada saat orgnya menang, he/she will be happy, tapi kalo lagi kalah ujung2nya rugi juga.

Setelah gw pikir2 lagi, diskon2 yg dikasih jga gak gede2 banget, paling2 sekitar 10%-20%, kcuali makan pake credit card mandiri yg diskonnya bsa sampai 50%, I dont know what kind of deal they have.. Untuk pembelian kecil/sehari2, diskon segitu gak begitu berarti banyak, but for big ticket? Yes it is a lot of money. Let say, you buy a rolex watch, it costs you maybe 2500 SGD, when you pay with credit card, you might have 250 SGD rebated. Artinya credit crd akan sangat berguna saat kita mulai beli2 barang yg termasuk 'big ticket'. Dan awal karir, bukan saat yang pas buat punya credut card. Anyway, belakangan debit card (untuk beberap bank) eligible buat dapet diskon2 yang tersedia untuk credit card.

Paperless transaction, sebenernya keuntungan buat kita. Tentu bkn jamannya lagi bawa2 dompet tebel berisi uang. Ini salah satu keuntungan tdk terbantahkan ttg credit card. Tapi credit crd punya competitors, seperti : debit card dan NETS (buat yg disingapur), even ez-link now can be used to shop.

Bayar perbulan atau pertahun.
Gak smua kartu mnta dibyar ( but most of them) biasanya mereka menghilangkan kewajiban membayae untuk beberapa tahun awal. Yang begini ini yg perly dihitung2, apa diskon2 yg kita dapet bsa lebih besar dri biayanya? Artinya, punya credit card, sebaiknya setelah pengeluaran kita banyak (setelah menikah misalnya). Tapi kalo memang free it would not be a problem, I guess. Lagipula sebenernya ATM card, atau debit card juga ada biaya admin, yg kadang2 terlupakan.

Having idea that I can buy a thing when I dont have money is freaking me out. Secara gw baru punya duit sendiri, kind a shock untuk ngatur duit sendiri. For this, I am choosing debut card.

Untuk diskon gw dapet (walau gak banyal), paperless transaction juga bsa, bisa di seluruh negara juga, dan hanya bsa dipakai saat ada uang, bukankah begiti seharusny??

Punya debit card, feeling gak ngeluarin duit tapi dapet barang, that is the thing that make me worried. But at least, when the transaction is successful, means you have money... Not sure about the money left tho'

It's frightening and helpul at the same time.

I choose debit card still.




- Posted using BlogPress from my iPhone

Location:Changi Business Park Crescent,,Singapore